Bila memandang langit,
Yang terlukis di balik awan putih itu pastilah wajahmu
Bila mendengar alunan nada,
Yang terdengar merdu di telinga pastilah masih tetap suaramu
Entah mengapa begini…?
Yang ada dalam pikiran dan hatiku hanya tentang dirimu
Wajah, suara, langkah, tingkah laku, tutur lembut, dan gaya bahasamu membuat semua yang ada pada diriku selalu tertuju padamu…
Rasa apakah yang menderaku kini…?
Akankah ini hanya sebatas kekaguman…?
Ataukah benar ini cinta yang bermula dari sorot tatapan mata dan senyum manis itu?
Tatapan mata yang telah menumbuhkan rasa suka
Senyuman yang bangkitkan rasa yang sempat terpendam
Bermetamorfosiskah rasa itu menjadi rasa cinta, sayang dan kasih…?
Secepat inikah,Tuhan?
Diriku kini merasa layakna tak pernah berjumpa dengan seorangpun
Bahkan pujaan hati dan siapapun yang pernah singgahi hati ini
Mungkin semua panca indera, perasaan dan pikiran ini sudah terserang virus cintamu…
Oleh sosok yang sesempurna dirimu yang hanya satu…
Jantung hatiku selalu bergetar ketika orang sebut namamu…
Desir darahpun seakan ikut semakin melesat cepat saat mendengar tiap kata darimu…
Diriku seakan menggila, terjajah akan cinta hingga seolah-olah menjadi lemah tak berdaya karnanya…
Bayang wajahmu selalu hinggap dikelopak mataku
Nuansa tenangmupun selalu menaungi hariku…
Jika ini hanya mimpiku, kuberharap tak ada yang bangunkanku…
Pernah kucoba untuk menjauh…
Namun semakinku coba…
Semakin dekat bayang dirimu…
Tentangmu kini telah tertanam di benakku...
Seakan tak mungkin terhapuskan lagi…
Bagiku itu adalah kenikmatan
Sebuah anugerah terindah dari Tuhan yang dibingkiskan-Nya untukku…
Mungkinkah begini apa yang dirasa oleh insan yang sedang dilanda cinta…?
Selalu ingin dekat dengan kasih itu…
Dan tak bisa jauh dari cinta itu…
Kini, yang kutahu pesona dirimu telah menghipnotisku…
Seakan melayangkan sadarku… jauh…
Namun, itu semakin mendekatkan ragaku dengan mimpiku…
Mimpi bahagia abadi yang selama ini kunanti.